Tuesday, April 25, 2017

compare arduino UNO VS MEGA 2560




Arduino Uno
Technical specs
Microcontroller ATmega328P
Operating Voltage 5V
Input Voltage (recommended) 7-12V
Input Voltage (limit) 6-20V
Digital I/O Pins 14 (of which 6 provide PWM output)
PWM Digital I/O Pins 6
Analog Input Pins 6
DC Current per I/O Pin 20 mA
DC Current for 3.3V Pin 50 mA
Flash Memory 32 KB (ATmega328P)
of which 0.5 KB used by bootloader
SRAM 2 KB (ATmega328P)
EEPROM 1 KB (ATmega328P)
Clock Speed 16 MHz
LED_BUILTIN 13
Length 68.6 mm
Width 53.4 mm
Weight 25 g




arduino MEGA 2560
Technical specs
Microcontroller ATmega2560
Operating Voltage 5V
Input Voltage (recommended) 7-12V
Input Voltage (limit) 6-20V
Digital I/O Pins 54 (of which 15 provide PWM output)
Analog Input Pins 16
DC Current per I/O Pin 20 mA
DC Current for 3.3V Pin 50 mA
Flash Memory 256 KB of which 8 KB used by bootloader
SRAM 8 KB
EEPROM 4 KB
Clock Speed 16 MHz
LED_BUILTIN 13
Length 101.52 mm
Width 53.3 mm
Weight 37 g

Thursday, April 20, 2017

arduino dan sensor tegangan

Share tutorial rangkai sensor tegangan AC 220

komponen yang digunakan antara lain:
trafo step down 220 to 6v
capasitor 10uf
dioda 1A
resistor 10K
kabel jumper
arduino uno
breadboard
lcd 2004 i2c

// EmonLibrary examples openenergymonitor.org, Licence GNU GPL V3
#include <Wire.h>
#include <LiquidCrystal_I2C.h>
LiquidCrystal_I2C lcd(0x3F,20,4);
#include "EmonLib.h"             // Include Emon Library
EnergyMonitor emon1;             // Create an instance

void setup()

  Serial.begin(9600);
   lcd.init();
  lcd.backlight();
 lcd.setCursor (0,0);
 lcd.print ("Welcome to");
 lcd.setCursor (1,1);
 lcd.print ("My Experiment");

  emon1.voltage(2, 4900.0, 1.7);  // Voltage: input pin, calibration, phase_shift
  emon1.current(1, 111.1);       // Current: input pin, calibration.
 
  delay (10000);
}

void loop()
{
          // Calculate all. No.of half wavelengths (crossings), time-out
  //emon1.serialprint();           // Print out all variables (realpower, apparent power, Vrms, Irms, power factor)
 
  emon1.calcVI(20,2000);
  float supplyVoltage   = emon1.Vrms;             //extract Vrms into Variable
 
  float teg = analogRead(A2)*1;
 lcd.clear();
 lcd.setCursor (0,0);
 lcd.print ("Puaks.blogspot.com");
 lcd.setCursor (1,1);
 lcd.print ("FUAD HASAN");
 lcd.setCursor (0,2);
  lcd.print ("Tegangan");
  lcd.setCursor (0,10);
  lcd.print (supplyVoltage);
  Serial.print("tegangan ");
  Serial.println(supplyVoltage);
 
}

check hasil di video

saat kali program berjalan nggak sesuai tunggu 10 detik.. nnti hasilnya akan stabil

Wednesday, April 12, 2017

datalogger power meter with RTU SIMOR TCP

aplikasi online monitoring dan datalogger power meter menggunakan VB.net:
1. Tegangan phasa Netral
2. Tegangan Phasa-phasa
3. Ampere
4. Power Factor

RTU Simor TCP sebagai RTU Consentrator/gateway


Tuesday, April 11, 2017

TRAFO ARUS atau CT






Fungsi
         Mentransformasikan dari arus yang besar ke arus yang kecil guna pengukuran atau proteksi
         Sebagai isolasi sirkit sekunder dari sisi primernya.

Ketika arus suatu rangkaian terlalu tinggi unttuk diterapkan secara langsung ke alat ukur , trafo arus menghasilkan arus yang lebih kecil sebanding  dengan arus dalam rangkaian, sehingga dengan mudah terhubung ke peralatan pengukuran.

Contohnya :   2.000/5 A, 300/1 A

2.000 A dan 300 A   = Merupakan Arus Primer ( IP )
5 A dan 1 A               = Merupakan Arus Sekunder (IS)

  IP      N2
Perbandingan  transformasi                    ---- = ----- = KCT
  IS      N1

N2 >> N1 (N1 Jumlah Lilitan Primer, N2 Jumlah Lilitan Sekunder)
KCT : Perbandingan Transformasi Merupakan Nilai Yang Konstan

2.   Standard Trafo Arus

a.   IEC                             IEC 60044 -1             : Instruments part -1 : CT
                                          IEC  185 : 1987
b.   EUROPEAN             BS 7625                                 PTs
                                          BS 7626                                 CTs
                                          BS 7628                                 CT AND PT
c.   BRITISH                    BS 3938 : 1973                     CTs
d.   AMERICAN               ANSI C12.11-2007              CTs AND PTs
e.   CANADIAN               CSA CAN 3-C13-M83         CTs AND PTs
g.   AUSTRALIAN           AS 1675-1986                        CTs
h.   INDONESIA              SNI 04-1920-1940                CT

3.  Kelompok Dasar Trafo Arus
A.  Trafo arus untuk pengukuran
·         Disambungkan ke alat ukur, meter dan perangkat sejenis
·         Mempunyai ketelitian tinggi pada daerah kerja (daerah pengenalnya)
·         Harus jenuh pada arus gangguan yang besar untuk keamanan alat ukur.

B.  Trafo arus untuk proteksi
·         Dimaksudkan untuk disambungkan ke relay proteksi
·         Tingkat isolasi yang tinggi
·         Mempunyai keteltian /error yang kecil pada daerah arus gangguan hubung singkat yang besar.
·         Tidak jenuh saat arus besar masuk ke sisi primer CT, karena output arus di sekunder diperlukan relai proteksi bekerja dengan pasti.

     
4.   Konstruksi Trafo Arus
            Transformator arus terdiri dari :
a.    Kumparan primer
b.    Kumparan sekunder
c.    Inti magnetik

Thursday, April 6, 2017

Wednesday, April 5, 2017

informasi pin arduino nano


opto PC817




PC817adalah IC optocoupler sederhana dan ekonomis untuk digunakan pada rangkaian elektronika yang membutuhkan proteksi / isolasi terhadap tegangan tinggi dari modul / peralatan eksternal, misalnya pada aplikasi relay.


Prinsip kerja optocoupler adalah memisahkan dua bagian rangkaian elektronika (biasanya berbeda tegangan dalam skala besar walaupun tidak harus demikian) menjadi dua bagian terpisah secara elektrik. Signal kendali antara dua bagian tersebut ditransmisikan secara optik menggunakan cahaya, pada prakteknya menggunakan LED sebagai pemancar cahaya dan phototransistor / photodiode / LDR sebagai penerima signal. LED dan komponen penerima cahaya ini disatukan dalam sebuah komponen terintegrasi / integrated circuit dalam bentuk IC optocoupler seperti PC-817 ini.

ruwet with sim800l v2

#include <gprs.h> #include <SoftwareSerial.h> #define TIMEOUT    5000 #define LED_PIN    13 #define ON HIGH #define OFF LOW ...